ASEAN Berpeluang Kuasai Pasar Dunia

Tren pertanian global mempengaruhi ekonomi dunia. Tren dunia tersebut diantaranya diversifikasi  produksi tinggi,  peningkatan pendapatan, urbanisasi, perubahan kesukaan (preferensi),  peningkatan permintaan  makanan siap saji dan  konsumsi. ” Permintaan pasar  ini mendorong swasta bermain pada sektor vital,” ungkap  Executive Director Center for Food and Agribusiness, University of Asia and the Pacific, Prof.Rolando T.Dy, Pd.D dalam International Seminar “ASEAN as a Global Food Market : Challenges, Opportunities and Global Competitiveness”, Selasa (25/5) di Ruang Mahoni  Kampus Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) Gunung Gede.


Kondisi ini menyebabkan terjadinya tekanan pasokan makanan, kenaikan harga energi, harga pupuk tinggi, kelangkaan lahan dan air, perubahan iklim serta standar makanan yang ketat. “Tantangan global pertanian ini perlu dikelola seiring dengan  peluang global yang ada. Peluang global  tersebut berupa kenaikan pendapatan dan kemakmuran kawasan Asia (China, India, ASEAN), transformasi rantai pasokan pangan, ledakan  biofuel, pengembangan  Information Communication Technology (ICT), perdagangan bebas dan  memutus hambatan investasi, ” ujar Prof.Rolando.

Prof. Rolando mencontohkan untuk memutus hambatan investasi  suatu negara diperlukan langkah seperti  memperluas pasar Free Trade Area (FTA),  menarik investasi asing langsung, memperbaiki risiko profil investasi  untuk  menarik modal asing agar menanamkan modalnya di sektor ekonomi, menyederhanakan aturan calon pelanggan dan jaminan investasi, serta mengurangi hambatan nasionalisme.

Untuk merespon tantangan dan peluang tersebut, Prof.Rolando mengusulkan peningkatan produktivitas pertanian, memperluas diversifikasi kepemimpinan pasar  dan mempromosikan lapangan kerja di sektor pertanian dan non pertanian ke rantai jaringan pasar dunia .

Menurut Prof.Rolando negara ASEAN mempunyai konsumen pasar yang besar yakni 600 juta orang, mempunyai lebih dari 150 juta konsumen kelas menengah, beranekaragam penyebaran budaya,  importir pangan berat, namun eksportir komiditi umum. “ASEAN merupakan pemain komoditi pangan pertanian dunia dengan nilai ekspor lebih dari 90 trilyun dollar. Selain itu, kaya sumberdaya seperti lahan, laut dan manusia. ASEAN sangat berpeluang sebagai pemain utama pasar dunia,” tegas Prof. Rolando.  Kegiatan yang dibuka oleh Direktur MB IPB, Dr.Arif Daryanto ini dimoderatori Wakil Rektor Bidang Sumberdaya dan Pengembangan, Prof.Hermanto Siregar. (ris)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *